Yosh! Udah lama gak nulis lagi, dan sekarang saatnya gue menulis apa
yang ingin ditulis. :D Kali ini, untuk mengisi blog gue yang udah kebanyakan
sarang laba-labanya dan lumutan pula, gue menulis hal yang gak penting. Muehehe…
XD
Gak semua orang punya pemikiran yang sama, punya kesibukan yang sama. Apa
yang gue anggap penting, belum tentu orang lain menganggapnya sama. Bahkan, ada
saja orang yang menganggapnya cuma sampah. Fiuh! Tapi gak usah heran, yang
namanya kehidupan memang begitu kan, gak heran ada pepatah yang berbunyi, “memakan
atau dimakan” atau sejenisnyalah. *gak nyambung*
Intinya, kalau menurut kalian gak penting, ya gak usah dibaca. Wkwkwk…
Dari judulnya juga udah ketahuan, gue cuma mau mereview anime Sakurasou
No Pet Na Kanojo. Sebenarnya gue mau aja mereviewnya di path, tapi sepertinya
akan mengganggu penghuni path yang lebih sering update moment, foto, lokasi,
film, lagu, bahkan sampe jam bobo diupdate segala (gunanya apa ya? Untuk memberikan
informasi kepada stalker bahwa jam tidur kita lebih dari 10 jam artinya kebo,
kurang dari 6 jam artinya strong??). Gue bilang ganggu karena gak jarang yang
mengkritik gue, “nulis path kok panjang banget!” lha, si path aja gak masalah
soal karakter kok, beda sama twitter. Kalo gue nulis panjang di twitter silakan
deh komen.
Sekalinya nulis di twitter, pake banyak status, dibilangnya spam. Hadeeeeh,
dunia…. XD
Maka dari itu, gue memutuskan buat nulis tentang sakurasou di sini. Walaupun
dikit, (kalau udah nulis di blog, yang dikit pun kadang jadi panjang. tuh,
buktinya di atas ada basa-basinya dulu kan) gue tetep mau memajang itu di blog
gue. Alasannya? Manusia tahu bahwa di blog itu gak mungkin cuma nulis satu
kalimat kayak twitter. Kalau mau baca, silakan, kalau nggak, tinggal dilewatin.
Gak bakal ada juga yang komen kepanjangan atau kependekan.
Gue suka sama anime sakurasou. Berawal dari iseng minta film buat
mengisi waktu yang melelahkan menunggu dospem yang tak kunjung bertemu, gue
minta anime naruto ke salah satu junior gue di kampus, mian. Sampai suatu saat,
anime naruto yang beratus-ratus episode itu gue lahap sampai habis dan
kehabisan sesuatu buat mengisi waktu, gue minta anime lain. Dan… diberilah
sakurasou.
Jujur aja, gue sebenarnya agak merasa risih awalnya untuk meng-update di
path kalau gue lagi nonton sakurasou (bahkan sampai sekarang gak gue update di
path bahwa gue nonton sakurasou). Alasannya? Ada hentainya. Hihihi…
Tapi gue tekankan di sini, cuma episode awal-awalnya aja yang sedikit
hentai. Dan dari situ pun dikemas sedemikian rupa sehingga yang hentai seperti
itu bisa menjadi bahan tertawaan, bukan menjadi bahan pikiran jorok semata. Dan
jujur aja, reaksi si tokoh utama, Sorata, yang bikin gue terpingkal-pingkal
dengan tingkah dan suaranya yang lucu, berhasil membuat gue suka dengan anime
ini. :3
Anime ini menceritakan kisah anak sekolah yang tinggal di sebuah asrama
bernama sakurasou. Sakurasou ini sendiri seperti tempat kos campuran yang super
heboh, dengan keberagaman penghuni di dalamnya. Ada yang introvert banget
(Ryuunosuke), ada yang berbakat banget dalam anime (Misaki) tapi sifatnya “gila”
banget dan childish banget, ada pula yang playboy banget (Jin), dan yang paling
normal adalah si tokoh utama, Sorata. Gak lama setelah itu, ada pendatang baru,
yaitu Mashiro dan Nanami. Ada juga gurunya, si Chihiro sensei yang masih menjomblo sebagai pengawas Sakurasou.
Semakin ke pertengahan, ceritanya bukan lagi cuma cerita haha-hihi yang
mengangkat tema hentai untuk menggelitik pembaca, tapi juga mengaduk-aduk
perasaan pembaca dengan roman percintaan mereka yang complicated. Bukan itu
yang menarik buat gue sebenarnya, walaupun percintaannya Ryuunosuke yang paling
gue suka. Wkwkwk… Bagian ending mereka yang berusaha mati-matian mempertahankan
sakurasou, bagian di mana mereka mengejar mimpi mereka sebagai seorang individu
dengan persaingan dunia yang tinggi, itu yang menarik buat gue.
Ada satu kalimat yang paling gue ingat: Sakurasou adalah Sakurasou. (ho-oh,
yang gue ingat cuma kalimat gampang itu doang. Gak modal banget ya? *nangis di
pojokan*) intinya, sakurasou bisa disebut sebagai sakurasou karena adanya
orang-orang yang tinggal di sakurasou itu, yang membuat suasana kekeluargaan
mereka tercipta. Dan yang bisa gue simpulkan, bukan sebuah tempat yang bisa
membuat dan membentuk kita menjadi individu yang berbeda, yang mau berubah. Diri
kita sendirilah yang bisa membuat, membentuk, dan memutuskan akan menjadi apa
diri kita di tempat itu.
Dengan kata lain, bukan tempat yang mempengaruhi kita, tapi kita yang
mempengaruhi diri kita sendiri dan menentukan, “akan menjadi apa kita di tempat
itu?”
Dari ucapan “Sakurasou adalah Sakurasou” itulah, Sorata juga menekankan
bahwa gak ada gunanya mempertahankan sakurasou jika salah satu anggota
sakurasou tidak ada. Dengan kata lain, sakurasou bukan lagi sakurasou ketika
salah seorang penghuninya harus pergi dan berkorban untuk mempertahankan
sakurasou. Satu bagian telah hilang.
Selain keberadaan mereka yang ada di sakurasou, yang menarik buat gue
adalah ketika mereka semua yang berusaha mati-matian menggapai cita-cita
mereka. Nanami yang harus bekerja demi bisa membiayai sekolahnya sendiri,
Sorata yang berusaha menjadi pembuat game… dan mereka harus merasakan jatuh
bangun saat menjalani proses menuju cita-cita mereka. Dalam menggapai cita-cita
itu, ada banyak hambatan, salah satunya tergilas oleh orang lain yang lebih
berbakat ketimbang mereka. Gak heran kok, dunia ini menyimpan banyak orang
berbakat, dan ada saat di mana orang biasa merasa patah semangat ketika
dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka kalah dengan orang-orang yang berbakat. Rasa
iri pun muncul, sedih, kecewa, marah, semua campur aduk. Hancur.
Dari yang gue tangkap di sini, gue gak memungkiri bahwa memang banyak
manusia yang dianugerahi bakat yang tak jarang membuat iri orang lain yang
hanya bermodalkan “minat”. Akan tetapi, anime ini sendiri mengajarkan bahwa
orang yang berbakat aja berusaha loh, masa lo yang cuma bermodalkan minat bisa
sesantai itu? *serasa dicambuk, kan?*
Nah loh. Tadi bilangnya mau nulis dikit, kok jadi panjang, ya? Huft…
Di anime ini memang gak mengajarkan gimana caranya bersaing dengan orang
berbakat… wkwkwk… penonton mesti mencari tahu sendiri jalannya, dan disuguhi
cerita tentang masa muda yang tetap harus menjaga spiritnya dalam berjuang
menggapai cita-cita. Kan udah dikasih clue di atas, tinggal dibaca lagi. XD
Udah dulu deh ngocehnya, kucing gue si Ouni udah berisik minta makan. Good
night, dan keep our spirit for fighting! :D
*Lanjut skripsian*
ps: judulnya cuma buatan iseng gue, pengen terlihat keren gituuu, bukan bagian dari judul aslinya. wkwkwk... XD
Depok, 3 Maret 2016, ditemani seekor kucing iseng bernama Ouni