Monday, November 17, 2014

ingus yang mengalir tiada henti



Hari ini gue gelisah. Banget. Gak tahu alasannya apa, tapi benar-benar gelisah resah dan semua "ah ah" dicampur aduk menjadi satu. Mungkin campur aduk karena menonton film berjudul Source Code yang menegangkan (gak kebayang kan, sebuah bom meledak di wajah kita, dan itu gak cuma sekali, tapi berulang kali, karena si tokoh utamanya harus menyelamatkan orang-orang itu dari bom). Mungkin juga karena jurnal praktek analisis farmasi yang benar-benar masih kosong melompong padahal sudah jam 10 malam. Mungkin… ah, banyak kemungkinan. Dan gue menyalahkan semuanya hari ini. (termasuk cafein. Sabar yaaaa. XD)
Sebenarnya, hari ini, orang yang gue suka ulang tahun. Yap, 18 November. Gue udah siapin ucapan ultah dari jam 23.16 (ampe hapal kan, tuh!), tapi sengaja ngirimnya 10 menit setelah 00.00 supaya gak keliatan napsu banget mau ngucapin. Plis, jangan bilang apa-apa lagi, move on itu susah lho. Apalagi buat pisces seperti gue, yang galau dan move on nya gak tentu. XD
Kepikiran mau ngirim voice note, tapi yang ada bukannya romantis, nanti kakaknya malah ketawa. Jelas banget suara gue itu amat sangat imut, bahkan beberapa orang selalu menertawakan suara gue (apalagi di telepon. ada juga yang bilang suara gue makin mirip sinchan). Makanya gue gak pede buat ngucapin. Apalagi, lewat suara, ada rasa yang bisa tersalurkan. Pfffft….
Sempat kepikiran juga mau ngirimin suara seruling yang melantunkan lagu happy birthday. Tapi tetap saja, ada yang pernah melukai hati gue dengan bilang kalau gue anak desa karena memainkan seruling. (anggap aja dia sirik *cara menghibur hati yang gak mempan*)
Maka dari itu, hanya ucapan saja. Dengan banyak ekor lele boongan. Fix.
***
Awalnya, gue kira ini termasuk salah satu kegelisahan gue. Tapi setelah ngucapin, tetap ada yang mengganjal. Gue masih mencari penyebabnya, tapi gak tahu. Pernah gak sih, kalian mengalami perasaan ini?
Puncaknya gue cuma bisa menahan tangis… (sampai saat gue menuliskan ini, masih gue tahan dan itu rasanya nyesek banget. Alasan gue menahan sesuatu yang terus mendobrak pertahanan kantung mata gue adalah: mama belum tidur. Ish, biasanya juga jam segini udah tidur!)
Kebayang gak sih, cowok yang lu suka malah pos begini? *lalu mengalir deras*
“Gue bikin perjanjian dengan semesta (saat ini ayam berkokok, btw), kalau gue gak ada fungsinya lagi, matiin aja di umur 25. Tolong aminkan.”
*lap ingus sebelum laptop rusak*
Gue emang tahu, ada sebuah akhir ketika memulai sebuah awal. Gue juga sering melatih hati gue untuk gak terlalu menyembah seseorang, terlalu ngefans, terlalu suka, dengan memberitahu bahwa ada saatnya mereka pergi. Gue bahkan pernah ngebayangin idola gue meninggal, dan jadilah termehek-mehek di situ.
Tapi tapi tapi… ini belum move on toh, mas…
Dengan adanya kalimat di atas, langsung “jleb!” dan pertahanan gue runtuh. Gelisah gue langsung menjelma menjadi buliran ingus. (biar tambah jijik deh lu!)
Oke, tulisan ini gue tutup dengan kalimat pamungkas.
“Jatuh cinta itu bikin capek ya.”

Depok, 18 November 2014

No comments:

Post a Comment