Hari
ini gue gelisah. Banget. Gak tahu alasannya apa, tapi benar-benar gelisah resah
dan semua "ah ah" dicampur aduk menjadi satu. Mungkin campur aduk karena menonton
film berjudul Source Code yang menegangkan (gak kebayang kan, sebuah bom
meledak di wajah kita, dan itu gak cuma sekali, tapi berulang kali, karena si
tokoh utamanya harus menyelamatkan orang-orang itu dari bom). Mungkin juga
karena jurnal praktek analisis farmasi yang benar-benar masih kosong melompong
padahal sudah jam 10 malam. Mungkin… ah, banyak kemungkinan. Dan gue
menyalahkan semuanya hari ini. (termasuk cafein. Sabar yaaaa. XD)
Sebenarnya,
hari ini, orang yang gue suka ulang tahun. Yap, 18 November. Gue udah siapin
ucapan ultah dari jam 23.16 (ampe hapal kan, tuh!), tapi sengaja ngirimnya 10
menit setelah 00.00 supaya gak keliatan napsu banget mau ngucapin. Plis, jangan
bilang apa-apa lagi, move on itu susah lho. Apalagi buat pisces seperti gue,
yang galau dan move on nya gak tentu. XD
Kepikiran
mau ngirim voice note, tapi yang ada bukannya romantis, nanti kakaknya malah
ketawa. Jelas banget suara gue itu amat sangat imut, bahkan beberapa orang selalu
menertawakan suara gue (apalagi di telepon. ada juga yang bilang suara gue makin mirip sinchan). Makanya gue gak pede buat ngucapin.
Apalagi, lewat suara, ada rasa yang bisa tersalurkan. Pfffft….
Sempat
kepikiran juga mau ngirimin suara seruling yang melantunkan lagu happy
birthday. Tapi tetap saja, ada yang pernah melukai hati gue dengan bilang kalau
gue anak desa karena memainkan seruling. (anggap aja dia sirik *cara menghibur
hati yang gak mempan*)
Maka
dari itu, hanya ucapan saja. Dengan banyak ekor lele boongan. Fix.
***
Awalnya,
gue kira ini termasuk salah satu kegelisahan gue. Tapi setelah ngucapin, tetap
ada yang mengganjal. Gue masih mencari penyebabnya, tapi gak tahu. Pernah gak
sih, kalian mengalami perasaan ini?
Puncaknya
gue cuma bisa menahan tangis… (sampai saat gue menuliskan ini, masih gue tahan
dan itu rasanya nyesek banget. Alasan gue menahan sesuatu yang terus mendobrak
pertahanan kantung mata gue adalah: mama belum tidur. Ish, biasanya juga jam
segini udah tidur!)
Kebayang
gak sih, cowok yang lu suka malah pos begini? *lalu mengalir deras*
“Gue
bikin perjanjian dengan semesta (saat ini ayam berkokok, btw), kalau gue gak
ada fungsinya lagi, matiin aja di umur 25. Tolong aminkan.”
*lap
ingus sebelum laptop rusak*
Gue
emang tahu, ada sebuah akhir ketika memulai sebuah awal. Gue juga sering
melatih hati gue untuk gak terlalu menyembah seseorang, terlalu ngefans,
terlalu suka, dengan memberitahu bahwa ada saatnya mereka pergi. Gue bahkan
pernah ngebayangin idola gue meninggal, dan jadilah termehek-mehek di situ.
Tapi
tapi tapi… ini belum move on toh, mas…
Dengan
adanya kalimat di atas, langsung “jleb!” dan pertahanan gue runtuh. Gelisah gue
langsung menjelma menjadi buliran ingus. (biar tambah jijik deh lu!)
Oke,
tulisan ini gue tutup dengan kalimat pamungkas.
“Jatuh
cinta itu bikin capek ya.”
Depok, 18 November 2014
No comments:
Post a Comment