Monday, November 10, 2014

(Bukan) Puisi, (bukan) Curhat

Rengkuhlah jiwaku, Sayang,
Pelukanmu dapat menghangatkanku
Menentramkanku dalam balutan ragamu

Hanya sesaat saja, kumohon...
Lupakan dia yang memenuhi relung pikiranmu
Pikirkan aku walau hanya sejenak.

Dekap aku dalam dadamu,
Rasakan getaran cinta yang kuhantarkan
Semua rasa kusampaikan di dalamnya
Apa kau merasakannya?

Jika jawabanmu adalah tidak,
Dan masih tetap dirinya yang kau pikirkan,
Selamat tinggal, Sayang.
Kita berjarak, walau dalam satu ruang gerak.
Kau dan aku tak ditakdirkan bersama.



*ditulis di tengah malam dalam kesunyian, dengan tetesan hangat yang menghujani bumi.
Depok, 10 November 2014

No comments:

Post a Comment