Rasa
yang Tercipta Untukmu
Tak ada
kata yang lebih indah ‘tuk menggambarkan lembaran-lembaran kenangan yang kita
lalui bersama, yang telah kusimpan rapi dalam relung terdalam.
Andai
saja aku bisa menceritakannya… tentang perjalanan yang kita lalui bersama, tentang
lika-liku yang mempertemukan kita, tentang rasa yang merekah tercipta, namun
tak sempat terucapkan. Ingin sekali kuteriakkan pada dunia!
Rasa
sesak yang membuncah membuatku tersiksa… Andai saja bibirku mengejanya ketika
itu. Andai saja aku jujur, sesal ini tak akan ada, tak akan menyiksa.
Kusadari,
waktu ‘kan selalu memberi jedah. Jedah untuk merasakan keindahan rasa, serta jedah
‘tuk menghargai momen itu, walau harus diingatkan dengan sebuah momen bernama “perpisahan”.
“I Love You”… Hanya satu kata itu yang
tertahan tanpa bisa kugulirkan dari bibirku. Hanya satu kata itu, kenapa begitu
berat?
Jarak
ini membuatku merenung kembali. Apakah kita ditakdirkan untuk bersama? Apakah memang,
kita bisa bersatu jika jarak kita begitu dekat? Adakah alasan yang membuat kita
bisa bersama?
Andai
saja aku dan kau memiliki kesamaan yang sejak dulu kudambakan, tidak akan terasa
sesesak ini ketika menitipkan rasa ini untukmu. Aku tak akan ragu untuk
menyampaikan isi hatiku padamu. Namun, kenyataan selalu berkata lain untukku,
dan untukmu kali ini.
Dalam
kilometer yang terbentang di antara kita, apakah kau merasakannya? Apakah kau
memikirkanku sama seperti aku memikirkanmu? Apakah kau terus menjaga getaran di
hatimu hanya untukku, walau kau tahu kita tak akan bisa bersama?
Aku terus
berdiri di sini, kokoh, dengan hati yang hancur. Berharap adanya perubahan
darimu yang tak kunjung datang, dan tak ada perjuangan yang kau lepas ‘tuk
meraih cinta.
Aku ‘kan
terus berada di sini, menunggu… walau kau tak menjemputku, aku akan terus
menyimpan rasa ini seumur hidup. Akan kuingat, hari ini, hari di mana aku telah
melepas semua rinduku dan pasrah dengan seluruh rasa sakit ini.
Satu
pesan yang bisa kutulis untukmu,
“Aku
akan terus di sini, setia menyimpan rasa untukmu. Walau kau tak datang
menjemput, ‘kan kujaga hati ini untukmu. Aku mencintaimu… Walau dengan hati
yang teriris perih.”
#FiksiLaguku
Terinspirasi dari lagu “STILL
– TVXQ”
*walau
sebenarnya cuma iseng aja ikut tantangan dari kampus fiksi untuk #FiksiLaguku, tapi sempat nangis
juga waktu searching arti dari lagu “Still”
itu. Emang sih, tiap dengar lagu itu, selalu aja nyeeeeeesh banget pas bagian
terakhir yang seperti ini, “I want you, to
stay in my heart… I need your love that brings tears to my eyes…”
Tapi
ternyata lebih nyeeeeesh lagi pas tahu artinya. -_-“
Fiksi
ini emang gak terlalu bagus (apalagi bahasanya yang terlalu simple), tapi
sebagian tercurah isi hatiku. XD
No comments:
Post a Comment